studiorama vol. 1

25 maret. seperti rumah sika, studiorama adalah tipikal gig sederhana yang tergalang atas semangat komunal sekelompok teman.  venue nya amat sederhana,  sebuah studio bernama mary jane’s yang terletak dibilangan lebak bulus . tidak besar memang,  tapi bukan berarti tidak menyenangkan. bagi saya  gig-gig semacam inilah yang justru paling nikmat untuk dimainkan, tanpa panggung pemisah sehingga pemain dan penonton sama sekali tidak berjarak, nuansanya hangat ruangannya gelap, panas berkeringat, penontonnya saling berdesak.  saya bahkan sempat ditabrak seorang bocah ditengah performance. bisa dipastikan pada gig-gig semacam ini orang-orang yang datang pastilah orang-orang yang benar-benar ingin mendengarkan musik. itu juga yang merupakan salah satu faktor kenapa saya mencintai gig semacam ini, penonton-penonton berkualitas yang apresiatif , serta tentu saja gadis-gadis ibukota pecinta musik yang semerbak wangi dan menyegarkan.

kami merupakan salah satu dari tiga band yang didaulat menjadi pengisi acara pada malam itu, band yang lainnya adalah jelaga, satuan metal berdarah panas dari jakarta yang bersenjatakan riff-riff ganas pemacu adrenaline yang mengingatkan saya akan mastodon dan the sword. silahkan jajal kegarangan mereka disini http://www.myspace.com/jelaga. performer satu lagi adalah Caves, pasangan suami istri cult pengumbar kebisingan berselera visual pseudo psychedelic sinting.  cicipi gelagat duet drone lokal tersebut disini  http://cavescaves.com/.

panggung yang begitu menggairahkan tersebut sayangnya harus diwarnai dengan berbagai persoalan. kami yang mendapat giliran main paling pertama sempat kelabakan saat si bajingan, nurrahman “jono” andhika, belum juga sampai di venue dikarenakan terjebak dalam kemacetan. mau tidak mau akhirnya kamipun harus mulai tanpa jono. tenaga yang telah terkuras untuk menempuh 100km lebih tol bandung jakarta tidak membuat hasrat dan semangat kami padam, set malam itu kami buka dengan march of the rhinos yang langsung disambung land of the living dead. 2 lagu pertama cukup berhasil membakar gairah kami dan penonton, tanpa basa-basi kami langsung lanjut ke bones. lagu ini terpaksa tunggang langgang diparuh akhir karena senar saya tiba-tiba putus begitu saja,Tuhan memang gemar menggoda hambaNya.

10 menit berikutnya akhirnya menjadi dead air sementara saya mengganti senar, bedebah. tepat setelah senar rapih terpasang, jono akhirnya muncul juga bersama flying v nya, kamipun siap bermain lagi dengan formasi penuh. valley of dreams dilanjutkan war pigs lalu ditutup red blood sea, 3 lagu terakhir tidak berjalan semulus 2 lagu pertama, mungkin karena gairah yang keburu mendingin saat 10 menit pemasangan senar tadi.  biar begitupun sebenarnya secara keseluruhan performance kali ini tidak terlalu mengecewakan, setidaknya gig kali ini diwarnai dengan aksi bocah kecil belum mimpi basah yang berjingkrak girang sepanjang perform kami serta sebuah ucapan “that was very cool, i love it! ”  dari seorang pria bule paruh baya dan istrinya yang ramah, tak lupa juga tentu tepukan dan adegan tos hangat mesra dari pelaksana event setempat. hal-hal kecil seperti ini kadang justru membuat segalanya menjadi terasa  lebih menyenangkan.  belakangan kami mengetahui kalau pria bule paruh baya yang ramah tersebut ternyata adalah Vegard Heskestad, eks gitaris dari , TURBONEGRO. pahlawan deathpunk norwegia yang memiliki fanbase cukup solid di eropa. sungguh kelakar alam semesta kadang memang teramat  jenaka.

pelajaran yang kami dapat adalah jangan sekali-kali berasumsi bahwa tol jakarta bandung bisa ditempuh hanya dalam 2 jam apalagi di akhir pekan, dan jangan pula lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa supaya Dia tidak tiba-tiba jahil memutuskan senar ditengah permainan. akhir kata, studiorama adalah event musikal yang intim dan menyenangkan, hangat mesra dan amat menggairahkan. semoga kedepannya para pelaksana bisa terus melaksanakannya secara rutin dan semakin bertenaga, semoga semakin banyak pula bermunculan event-event serupa. sekali lagi kami haturkan terimakasih kepada segenap pelaksana, 100km lebih bandung-jakarta yang kami tempuh malam itu sesungguhnya tidaklah  sia-sia. salam kecup hangat mesra.

picts by agra suseno.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: